senyatanya, semua untuk kamu
kugenggam dan kudekap kamu
kuhalau angin yang katanya merindu
kuhirupi paru dengan udara penuh haru
kusisipi senyum dari bibir tak bergincu
beriringan langkah menyusuri pasir yang beribu
diiringi obrolan kecil yang tak menentu
serta angin yang menyapu indah rambutmu
tak lupa hamparan laut yang memilih untuk bisu
erat genggamku ternyata menyesakkan bagimu
napas yang kamu hirup tidak seindah dulu
sedang aku masih saja melaju
tanpa tahu bahwa kamu telah berhenti sedari dulu
lantas harus bagaimana sekarang, abu?
aku mau melangkah maju tapi kamu malah diam melulu
aku mau menyesapi ketenangan tapi kamu malah meracau
aku mau sama kamu tapi kamu malah merancu
napas ke dua puluh satu akhirnya aku tahu
aku harus melepasmu agar kamu tak perlu terseok begitu
aku harus melepasmu agar kamu mendapatkan nyawa yang kamu butuh
aku harus melepasmu, bagaimanapun caranya, aku harus melepasmu
agar kamu bisa terus hidup, abu
tanpa perlu menghirup pilu
seperti aku
Comments
Post a Comment